Wednesday, November 21, 2018

DISTRIBUSI FREKUENSI


Menyajikan atau mendeskripsikan data angka yang telah berhasil dihimpun itu secara teratur, ringkas, mudah dimengerti, hingga dengan secara jelas dapat memberikan gambaran yang cepat mengenai ciri atau sifat yang terkandung didalam  data angka tersebut.
Dengan diketahuinya ciri atau sifat yang terkandung dalam kumpulan data angka itu berarti kumpulan data angka setiap kali kita melakukan kegiatan pengumpulan data statistik, maka pada umumnya kegiatan tersebut akan menghasilkan kumpulan data angka yang keadaannya tidak teratur, berserak dan masih merupakan bahan keterangan yang sifatnya kasar dan mentah. Dikatakan kasar dan mentah, sebab kumpulan data dalam kondisi seperti yang disebutkan diatas belum dapat memberikan informasi secara ringkas dan jelas mengenai ciri atau sifat yang dimiliki oleh sekumpulan angka tersebut.

1.      Apa pengertian frekuensi distribusi?
2.      Bagaimana bagian-bagian distribusi frekuensi ?
3.      Bagaimana penyusun distribusi frekuensi ?
 4.      Apa jenis-jenis distribusi frekuensi ?

Tujuan penulisan makalah ini secara umum adalah untuk menyelesaikan tugas dari bapak   Romadon, S.Pd, M.Pd selaku dosen mata kuliahStatistik, namun tujuan penulisan makalah ini secara khusus adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui pengertian frekuensi distribusi
2.      Untuk mengetahui bagian-bagian distribusi frekuensi.
3.      Untuk mengetahui penyusun distribusi frekuensi.
4.      Untuk mentahui jenis-jenis distribusi frekuensi.


Data yang telah diperoleh dari suatu penelitian yang masih berupa data acak atau data mentah dapat dibuat menjadi yang berkelompok, yaitu data yang telah disusun ke dalam kelas-kelas tertentu. Daftar yang memuat data berkelompok disebut distribusi frekuensi atau tabel frekuensi. Jadi, distrubusi frekuensi adalah susunan data menurut kelas-kelas interval tertentu atau menurut kategori tertentu dalam sebuah daftar.
Distribusi frekuensi, dapat diperoleh keterangan atau gambaran sederhana dan sistematis dari data yang diperoleh.

Sebuah distribusi frekuensi akan memiliki bagian-bagian sebagai berikut.
1.      Kelas-kelas (class)
Kelas adalah kelompok nilai data atau interval.
2.      Batas kelas (class limits)
Batas kelas adalah nilai-nilai yang membatasi kelas yang satu dengan kelas yang lain. Terdapat dua batas kelas yaitu:
a.       Batas kelas bawah (lower class limits), terdapat di deretan sebelah kiri setiap kelas.
b.      Batas kelas atas (upper class limits), terdapat di deretan sebelah kanan setiap kelas.
Batas kelas merupakan batas semu dari setiap kelas, karena di antara kelas yang satu dengan kelas yang lain masih terdapat lubang tempat angka-angka tertentu.
3.      Tepi kelas (class boundery/real limits/true class limits)
Tepi kelas juga disebut batas nyata kelas, yaitu batas kelas yang tidak memiliki lubang untuk angka tertentu antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Terdapat dua tepi kelas, yaitu :
a.       Tepi bawah kelas atau batas kelas bawah sebenarnya.
b.      Tepi atas kelas atau batas kelas atas sebenarnya.
Penentuang tepi kelas bawah dan tepi kelas atas tergantung pada keakuratan pencatatan data. Misalnya, data dicatat dengan ketelitian sampai satu desimal, maka rumus tepi bawah kelas dan tepi atas kelas ialah sebagai berikut.
a.       Tepi bawah kelas = batas bawah kelas – 0,5
b.      Tepi atas kelas = batas atas kelas + 0,5.
4.      Titik tengah kelas atau tanda kelas (class mid point, class marks)
Titik tengah kelas adalah angka atau nilai data yang tepat terletak di tengah suatu kelas. Titik tengah kelas merupakan nilai yang mewakili kelasnya. Titik tengah kelas =  (batas atas + batas bawah) kelas
5.      Interval kelas (class interval)
Interval kelas adalah selang yang memisahkan kelas yang satu dengan kelas yang lain.
6.      Panjang interval kelas atau luas kelas (interval size)
Panjang interval kelas adalah jarak antara tepi atas kelas dan tepi bawah kelas.
7.      Frekuensi kelas (class frequency)
Frekuensi kelas adalah banyaknya data yang termasuk ke dalam kelas tertentu
Contoh:
TABEL 1 MODAL PERUSAHAAN “X”
Modal (jutaan Rp)
Frekuensi (f )
50 – 59
60 – 69
70 – 79
80 – 89
90 – 99
16
32
20
17
15
Jumlah
100
Dari distribusi frekuensi diatas :
1.      Banyaknya kelas adalah 5.
2.      Batas kelas-kelas adalah 50, 59, 60, 69, ...
3.      Batas bawah kelas-kelas adalah 50, 60, 70, 80, 90.
4.      Batas atas kelas-kelas adalah 59, 69, 79, 89, 99.
5.      Batas nyata kelas-kelas adalah 49,5; 59,5; 69,5; 79,5 ...
6.      Tepi bawah kelas-kelas adalah 49,5; 59,5; 69,5; 79,5; 89,5.
7.      Tepi atas kelas-kelas adalah 59,5; 69,5; 79,5; 89,5; 99,5
8.      Titik tengah kelas-kelas adalah 54,5; 64,5; 74,5; 84,5 ...
9.      Interval kelas-kelas adalah 50 – 59, 60 – 69, ..., 90 – 99.
10.  Panjang interval kelas-kelas masing masing 10.
11.  Frekuensi kelas-kelas adalah 16, 32, 20, 17, dan 15
Beberapa catatan mengenai distribusi frekuensi
1.      Kadang-kadang suatu distribusi memiliki panjang interval kelas yang tidak sama, bergantung kepada tujuannya.
2.      Kadang-kadang distribusi frekuensi memiliki batas kelas yang berulang suatu nilai (batas kelas) dipakai sebagai dua batas kelas.
3.      Kadang-kadang distribusi frekuensi memiliki kelas terbuka, artinya batas kelas atas pada kelas terakhir dan batas kelas bawah pada kelas pertama tidak ada.

Keterangan :
K = banyaknya kelas
n = banyaknya data
Hasilnya dibulatkan, biasanya keatas.

Beberapa catatan tentang penyusunan distribusi frekuensi
1.      Pada pembuatan distribusi frekuensi, perlu dijaga jangan sampai ada data yang tidak dimasukkan ke dalam kelas atau data yang masuk ke dalam dua kelas yang berbeda.
2.      Titik tengah diusahakan bilangan bulan bukan pecahan.
3.      Nilai frekuensi di usahakan tidak ada yang nol.
4.      Dalam menentukan bnyaknya kelas, (k), diusahakan:

a.       Tidak terlalu sedikit, sehingga pola kelompok kabur.
b.      Banyaknya kelas berkisar antara 5 sampai 15 buah,
c.       Jika jangkauan terlalu besar maka banyaknya kelas antara 10 sampai 20.
5.      Cara lain dalam menetapkan banyaknya kelas ialah:
a.       Memilih atau menetapkannya sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.
b.      Menggunakan rumus
Keterangan :
R = jangkauan
I = panjang interval kelas
Cara tersebut dipakai dengan mencoba menetapkan terlebih dahulu panjang interval kelasnya (i).

Contoh soal :
1.      Dari hasil pengukuran diameter pipa-pipa yang dibuat oleh sebuah mesin (dalam mm terdekat), diperoleh data sebagai berikut.
78    72     74        79        71        74        75        74        72        68
72   73      72        74        75        74        73        74        65        72
66   75      80        69        82        73        74        72        79        71
70   75      71        70        70        70        75        76        77        67
Buatlah distribusi frekuensi dri data tersebut !
Penyelesaian:
a.       Urutan data
65    66     67        68        69        70        70        70        70        71
71     71    72        72        72        72        72        72        73        73
73    74     74        74        74        74        74        74        75        75
75    75     75        76        77        78        79        79        80        82
b.      Jangkuan (R) = 82 – 65 = 17
c.       Banyaknya kelas (k) adalah
k = 1 + 3,3 log 40  = 1 + 5,3 = 6,3 = 6
d.      Panjang interval kelas (i) adalah
e.       Batas kelas pertama adalah 65 (data terkecil)
f.       Tabelnya
PENGUKURAN DIAMETER PIPA-PIPA (satuan mm)
Diameter
Turus
Frekuensi
65 – 67
68 – 70
71 – 73
74 – 76
77 – 79
80 – 82
III
IIII I
IIII IIII II
IIII IIII III
IIII
II
3
6
12
13
4
2
Jumlah
40

Berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, distribusi frekuensi dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu distribusi frekuensi biasa, distrubusi frekuensi ralatif, distribusi frekuensi kumulatif.
1.      Disribusi frekuensi biasa
Distribusi frekuensi biasa adalah distribusi frekuensi yang hanya berisikan jumlah frekuensi dari setiap kelompok data atau kelas.
Ada dua jenis distribusi frekuensi biasa yaitu :
a.   Distrubusi frekuensi numerik
Distribusi frekuensi numerik adalah distribusi frekuensi yang pembagian kelasnya dinyatakan dalam angka.
Contoh:
PELAMAR PERUSAHAAN “XYZ”
Umur (tahun)
Frekuensi
20 – 24
25 – 29
30 – 34
35 – 39
40 – 44
15
20
9
4
2
Jumlah
50

b.      Distribusi frekuensi peristiwa atau kategori
Distribusi frekuensi peristiwa atau kategori adalah distribusi frekuensi yang pembagian kelasnya dinyatakan berdasrkan data atau golongan data yang ada.
Contoh:
 HASIL PELEMPARAN DADU SEBANYAK 30 KALI
Angka Dadu (x)
Banyaknya Peristiwa (f)
1
2
3
4
5
6
4
6
5
3
8
4
Jumlah
30

2.      Distribusi frekuensi relatif
Distribusi frekuensi relatif adalah distribusi frekuensi yang berisikan nilai-nilai hasil bagi antara frekuensi kelas dan jumlah pengamatan yang terkandung dalam kumpulan data yang berdistribusi tertentu. Dengan rumus :
Misalnya distrubusi frekuensi memiliki 4 buah interval kelas dengan frekuensi masing-masing, maka distrubusi yang terbentuk adalah :
Frekuensi relatif kadang-kadang dinyatakan dalam bentuk perbandingan desimal ataupun persen.
Contoh :
DISTRIBUSI FREKUENSI RELATIF
Interval Kelas
(tinggi (cm))
Frekuensi
(banyak murid)
Frekuensi Relatif
Per
Desimal
Persen
140 – 144
145 – 149
150 – 154
155 – 159
160 – 164
165 – 169
170 – 174
2
4
10
14
12
5
3
2/50
4/50
10/50
14/50
12/50
5/50
3/50
0.04
0,08
0,20
0,28
0,24
0,10
0,06
4
8
20
28
24
10
6
Jumlah
50
1
1
100

3.      Distribusi frekuensi kumulatif
Distribusi frekuensi kumulatif adalah distribusi frekuensi yang berisikan frekuensi kumilatif. Frekuensi kumulatif adalah frekuensi yang dijumlahkan.
Distribusi frekuensi kumulatig memiliki grafik atau kurva yang disebut ogif. Pada ogif dicantumkan frekuensi kumulatifnya dan digunakan nilai batas kelas.
Ada dua macam distrubusi frekuensi kumulatif, yaitu diatrubusi frekuensi kumulatif kurang dari dan lebih dari.

a.       Distribusi frekuensi kumulatif kurang dari
Disrtibusi frekuensi kumulatif kurang dari adalah distribusi frekuensi yang memuat jumlah frekuensi yang memiliki nilai kurang dari nialai batas kelas suatu interval.
b.      Distribusi frekuensi kumulatif lebih dari
Distribusi frekuensi kumulatif lebih dari adalah distribusi frekuensi yang memuat jumlah  frekuensi yang memilii lebih dari nilai batas kelas suatu interval tertentu.

Contoh:
 DISTRIBUSI FREKUENSI KUMULATIF KURANG DARI
Distribusi Frekuensi Biasa
Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang dari
Tinggi (cm)
Frekuensi
Tinggi (cm)
Frekuensi Kumulatif
-
140 – 144
145 – 149
150 – 154
155 – 159
160 – 164
165 – 169
170 - 174

2
4
10
14
12
5
3
< 140
< 145
< 150
< 155
< 160
< 165
< 170
< 175

0 + 2
0 + 2 + 4
0 + 2 + 4 + 10
0 + 2 + 4 + 10 + 14
0 + 2 + 4 + 10 + 14 + 12
0 + 2 + 4 + 10 + 14 + 12 + 5
0 + 2 + 4 + 10 + 14 + 12 + 5 + 3
= 0
= 2
= 6
= 16
= 30
= 42
= 47
= 50

Contoh :
grafik distribusi frekuensi kurang dari disebut ogif kurang dari atau ogif positif.
Gambar 4 kurva distrubusi kumulatif kurang dari







Contoh :
DISTRIBUSI FREKUENSI KUMULATIF LEBIH DARI
Distribusi Frekuensi Biasa
Distribusi Frekuensi Kumulatif lebih dari
Tinggi (cm)
Frekuensi
Tinggi (cm)
Frekuensi Kumulatif
140 – 144
145 – 149
150 – 154
155 – 159
160 – 164
165 – 169
170 - 174
2
4
10
14
12
5
3
> 140
> 145
> 150
> 155
> 160
> 165
> 170
> 175

50 - 2
50 - 2 - 4
50 - 2 - 4 - 10
50 - 2 - 4 - 10 - 14
50 - 2 - 4 - 10 - 14 - 12
50 - 2 - 4 - 10 - 14 - 12 - 5
50 - 2 - 4 – 10-14- 12 - 5 - 3
= 50
= 48
= 44
= 34
= 20
= 8
= 3
= 0
Contoh :
grafik distribusi frekuensi kurang dari disebut ogif lenih dari atau ogif negatif.
Gambar 4 kurva distrubusi kumulatif lebih dari

Ketika melakukan suatu pengukuran sering di jumpai besar hasil pengukuran yang di peroleh biasanya bervariasi. Apabila kita perhatikan data tersebut, sangatlah sulit bagi kita untuk menarik kesimpulan yang berarti. Untuk memperoleh gambaran yang baik mengenai data tersebut, data  tersebut perlu di olah terlebih dahulu. Maka dari sinilah perlunya kita mempelajari namanya frekuensi distribusi.
Distribusi Frekuensi adalah pengelompokkan data ke dalam beberapa kategori yang menunjukkan banyaknya data dalam setiap kategori, dan setiap data tidak dapat dimasukkan ke dalam dua atau lebih kategori, atau susunan data dalam bentuk tunggal atau kelompok menurut kelas-kelas tertentu dalam sebuah daftar.